Posted by: Indonesian Children | September 3, 2009

Penanganan OSAS

Penanganan OSAS atau  mendengkur pada anak dapat dilakukan berbagai hal tergantung pada penyebab atau faktor risiko yang terjadi pada penderita

 

  1. Tonsilektomi dan/atau adenoidektomi

    Banyak ahli berpendapat bahwa tindakan tonsilektomi dan/atau adenoidektomi merupakan tindakan yang harus dilakukan karena keuntungannya lebih besar. Tingkat kesembuhan tindakan ini pada anak adalah 75-100%. Pada anak dengan hipertrofi adenoid dan tonsil sebagai satu-satunya etiologi, angka keberhasilannya tinngi, tetapi bila disertai dengan faktor risiko lain seperti obesitas dan disproporsi kraniofasial, OSAS tetap muncul setelah operasi. Meskipun demikian, karena OSAS terjadi akibat ukuran struktur komponen saluran respiratorik-atas yang relatif kecil dibandingkan dengan ukuran absolut dari tonsil dan adenoid, maka ada yang berpendapat bahwa tonsilektomi dan/atau adenoidektomi tetap diperlukan pada keadaan tersebut. Pada HS tanpa OSA, ada beberapa ahli yang menganjurkan tindakan bedah tonsiloadenoidektomi karena dapat mencegah terjadinya OSA. Akan tetapi, ada beberapa peneliti yang menganjurkan pemberian kortikosteroid intranasal selama 2 bulan. Apabila dengan pemberian kortikosteroid intranasal belum ada perbaikan, maka dianjurkan tindakan bedah.

  2. Continious Positif Airway Pressure (CPAP)

    Penggunaan CPAP nasal menunjukkan hasil yang baik pada anak, termasuk bayi, anak obesitas, anak dengan sindrom Down, akondroplasia, dan dengan kelainan kraniofasial. Pada kelompok usia anak, CPAP terutama berguna untuk pasien yang obesitas dan pasien dengan OSAS yang menetap setelah dilakukan tonsilektomi dan/atau adenoidektomi. Sebenarnya, indikasi CPAP adalah apabila setelah dilakukan tonsilektomi dan/atau adenoidektomi pasien masih mempunyai gejala OSAS, atau sambil menunggu tindakan tonsilektomi dan/atau adenoidektomi. Kunci keberhasilan terapi CPAP adalah kepatuhan pasien, dan hal tersebut memerlukan persiapan pasien yang baik, edukasi, dan pemantauan yang intensif.

    Pada anak dengan HS tanpa OSA, belum diharuskan penggunaan CPAP. Bila menggunakan CPAP, maka perlu diperhatikan penggunaan humidifer untuk mengurangi efek samping akibat kebocoran udara di sekitar selang masker.

  3. Penurunan Berat Badan

    Pada pasien HS dengan obesitas, dengan/tanpa disertai OSA, harus diperhatikan penanganan dietnya. Penurunan berat badan dapat menyeb abkan perbaikan yang nyata. Penurunan berat badan merupakan kunci keberhasilan terapi OSA pada anak dengan predisposisi obesitas. sayangnya, menurunkan berat badan pada anak mudah untuk dikatakan tetapi sangat sulit dilakukan. Pendekatan yang dilakukan haruslah secara bertahap karena menurunkan berat badan secara drastis tidak dianjurkan pada anak. Perlu kesabaran dan perhatian yang lebih besar untuk menangani anak obesitas. idealnya adalah menurunkan berat badan secara perlahan dan konsisten, tetapi hal ini sulit dan memerlukan waktu yang cukup lama. Yang perlu diperhatikan adalah mencari faktor penyebab obesitasnya seperti diabetes melitus dan hipertensi. Dalam hal penanganan obesitas, termasuk didalamnya adalah modifikasi perilaku, terapi diet, olahraga (exercise), dan obat-obatan. Pasien OSAS yang berat dan dengan komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa memerlukan perawatan dirumah sakit. Mengingat bahwa penanganan obesitas memerlukan waktu lama dan keberhasilan yang kecil, maka sambil menunggu program diet perlu dipertimbangkan pemberian CPAP.

  4. Obat-obatan

    Obstruksi hidung merupakan faktor yang umumnya dapat mempermudah terjadinya OSAS pada anak, dan dapat diatasi dengan dekongestan hidung atau inhalasi steroid. Progesteron telah digunakan sebagai stimulan pernapasan pada pasien anak dengan obesity hipoventilation syndrom. Pemberian kortikosteroid intranasal selama 4 minggu mempunyai keberhasilan sebesar 45%. Keberhasilan pemberian obat-obat tersebut kurang bermakna, sehingga kurang dianjurkan. Obat penenang dan obat yang mengandung alkohol harus dihindari karena dapat memperberat OSAS.

  5. Trakeostomi

    Trakeostomi merupakan tindakan sementara pada anak dengan OSAS berat yang mengancam nyawa, dan pada anak yang tinggal di daerah tanpa fasilitas operasi yang memadai.

 

Supported  by

CHILDREN SLEEP CLINIC

Yudhasmara Foundation

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://sleepclinic.wordpress.com/

 

 

 

Clinic and Editor in Chief :

Widodo Judarwanto, pediatrician

email : judarwanto@gmail.com

curriculum vitae

 

 

Copyright © 2009, Children Sleep Clinic  Information Education Netw 

Supported  by

CHILDREN SLEEP CLINIC

Yudhasmara Foundation

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://sleepclinic.wordpress.com/

 

 

 

Clinic and Editor in Chief :

Widodo Judarwanto, pediatrician

email : judarwanto@gmail.com

curriculum vitae

 

 

Copyright © 2009, Children Sleep Clinic  Information Education Netw


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: