Posted by: Indonesian Children | September 5, 2009

BERBAGAI MITOS TENTANG SEPUTAR TIDUR PADA ANAK

Tidur adalah kebutuhan alami pada anak yang harus terpenuhi secara optimal, Seperti halnya pemenuhan nutrisi, kebutuhan tidur juga harus diberikan sesuai dengan usia dan dilakukan dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Ternyata bila kebutuhan tidur tidak terpenuhi maka sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan perilaku anak dikemudian hari termasulk diantaranya pengaruh pada prestasi di sekolah.

 

Berbagai mitos dan kontroversi tentang kebiasaan tidur pada anak

  • Benarkah anak tidur malamnya mengigau atau tertawa karena siang terlalu lelah.  Selama ini terlalu lelah memang dianggap sebagai salah satu penyebab anak tidur malam terganggu. Ternyata dalam sebuah penelitian disebutkan gangguan tersebut bukan sekedar terlalu lelah, banyak faktor yang mengakibatkan anak tidur malamnya terganggu diantaranya gangguan pada bagian tubuh anak seperti nyeri pencernaan, nyeri pada kaki dan tangan atau alergi makanan sangat berpengaruh pada ganggan tidur malam anak.

 

  • Agar lekas tidur , anak harus dipaksa tidur kalau perlu dengan ancaman. Pemaksaan dan ancaman anak untuk memulai tidur adalah tindakan yang tidak bermanfaat bagi anak. Dalam keadaan gangguan tidur yang tidak ringan paksaan atau ancaman yang keraspun kadang tidak mengatasi maslah ganggajn tidur yang dihadapi anak.  Yang terpnting harus dicari penyebab mengapa anak sulit tidur.  Hal lain yang dapat dilakukan adalah  melakukan berbagai upaya dan cara agar anak untuk mudah tidur. Antara lain dengan memujat ringan kaki dan tangan anak, mengelus dengan kasih sayang dan kesavaran bagian tubuh anak, menghidupkan musik yang tenang, meredupkan lampu kamar, menghilangkan kegaduhan, dan mendongengi anak. 

 

  • Sebelum susu tidak boleh makan atau minm susu
    Hal ini tidak sepenuhnya benar. Pemberian susu makan sebelum tidur secara psikologis apat dapat menenangkan, dan secara fisiologis dapat  mengenyangkan sehingga membuat tidur anak lebih nyenyak. Bila hal itu dilakukan sebaiknya setelah selesai minum susu, bersihkan mulut anak, gosok gigi, dan minum air putih agar tidak mengganggu keehatan gigi.

 

  • Lampu tidak berpengaruh terhadap pola tidur anak
    Memang penggnaan lampu tidak terlalu berpengaruh secara dominan karena tergantung kebiasaan dan kondisi setiap anak berbeda.  Pada beberapa anak menjelang tidur sebaiknya tidak terlalu banyak cahaya di dalam kamar, sinar harus redup lampu. Ruangan yang terlalu benderang akan menyulitkan batita tidur lantaran belum tercapainya self-control yang optimal. Ia justru sangat tertarik pada cahaya.. Tetapi pada beberapa anak ada yang lebih nyaman terang benderang atau sebaliknya gelap sama sekali. Bila ini terjadi hal lain tidkk dapat dipaksakan. Namun perlu dicermati  kondisi gelap gulita lebih sulit  mengontrol keadaan anak dengan baik. Pada anak -anak yang tidak suka gelap pun, kondisi ini akan membuatnya tidak nyaman.

 

  • Anak harus tidur siang
    Tidur siang sebenranya bukan lah suartu keharusan. Pertimbangan utama yang dilakukan adalah terpenuhinyakebutuhan tidurnya yang 10-11 jam setiap hari. Namun tidur siang dapat memudahkan Anda memenuhi kebutuhan tidurnya. Misalnya, 1-2 jam di siang hari, dan 9-10 jam di malam hari. Tidur siang pun dapat mengurangi tingkat keletihan anak. Pada anak tertentu terutama anak yang sangat aktif, tidak bisa diam atau anak hiperaktif seringkali sulit tidur siang. Kondisi seperti ini tidak bisa dipaksakan, yang paling penting pada malam hari dapat terpenuhi kebutuhan tidurnya.  

 

  • Anak dilarang menggunakan kebiasan unik selama  tidur  Secara umum perilaku anak tersebut tidak merugikan bahkan justru akan membuat anak merasa nyaman. Orangtua tidak bisa memaksa anak untuk menghentikan kebiasaan ini. Penghentian kebiasaan yang sudh berlangsung lama ini biasanya akan menambah permasalahan baru yang justri akan mengganggu tidur anak. Namun bila kebiasaan tersebut merupakan hal yang tidak baik bagi kesehatan sebaiknya secera perlahan harus dihentikan, seperti menggigit tangan ibu, menggigit . Pertimbangan lain adalah dikhawatirkan pada situasi tertentu, dimana anak tidak bisa melakukan kebiasaannya, ia akan mengalami sulit tidur.  Dalam keadaan tertentu bisa saja kebiasaan tersebut dihilangkan secara bertahap. Pada anak yang harus menggigit atau ngempeng ASI ibunya, pisahkan kebiasaan itu secara bertahap. tahap awal mungkin selama 10 menit pada awalnya, lalu 20 menit, 30 menit, dan seterusnya. Berilah penjelasan untung ruginya kebiasaan tersebut, beri apresiasi bila anak  mau melepas kebiasaannya, dengan pujian, belaian, atau pelukan.

 

CHILDREN SLEEP CLINIC

Yudhasmara Foundation

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://sleepclinic.wordpress.com/

 

 

 

Clinic and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

curriculum vitae

 

 

Copyright © 2009, Children Sleep Clinic  Information Education Network. All rights reserved


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: